Ramainya Perdebatan MLM Halal atau Haram

Sering kali saya menemukan perdebatan tentang MLM halal atau haram. Saya lebih memilih tidak ikut perdebatan itu. Kenapa? Karena tidak akan ada kesimpulan dari pedebatan di social media. Sementara banyak diantara mereka yang berdebat bukan pada kapasitasnya.

Maka saya lebih memilih tidak ikut berdebat.

Lalu bagaimana saya menentukan sikap?

malam halal atau haram

Saya lebih memilih mengikuti pendapat orang-orang yang saya percayai. Saya mengikuti mereka yang punya kapasitas untuk mengeluarkan fatwa halal atau haramnya sesuatu. Siapa? Saya memilih MUI. Karena saya percaya, MUI terdiri dari banyak ulama yang berkumpul dan berdikusi memikirkan sesuatu hal.

Mereka adalah orang-orang yang faham ilmu fiqh, kesimpulan dari banyak orang yang memahami ilmu fiqh lebih valid dibanding pendapat seorang, apalagi seseorang yang tidak faham ilmu agama. Ya, kadang orang yang ilmu masih sedikit (kayak saya) tetapi berlaga sok ngerti dan debat paling keras.

Silahkan didownload saja panduan dari Dewan Syariah Nasional tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah.

Ada MLM Halal dan Haram Seperti Bisnis Lainnya

Dari pembelajaran saya selama ini, MLM sama dengan bisnis lainnya. Ada yang halal dan ada yang haram. Artinya tidak serta semua MLM haram atau semua MLM halal. Kita harus meneliti lebih jauh sistem dan produknya agar bisa diketahui apakah halal atau haram.

Tapi jujur, itu tidak mudah apalagi kita tidak memahami selub beluk MLM dan ilmu fiqh serta ushul fiqh. Saya lebih suka mengikuti keputusan MUI melalui dewan syariah, apakah sebuah MLM itu sesuai syariah atau tidak. Kalau saya meneliti sendiri, ilmu saya belum sampai.

Bukti kalau MLM itu sesuai dengan syariah adalah adanya sertifikan dari Dewan Syariah Nasional MUI, bukan hanya sepengetahuan semata.

“Tapi Label Halal Tidak Menjamin”

Pernah ada orang yang berargumen seperti ini kepada saya. Dan saya tidak menjawabnya dan tidak berbebat dengan mereka. Jika Anda punya pemikiran seperti itu dan ingin berdebat dengan saya, tidak usah repot. Tidak akan saya layani.

Pertanyaan saya, lalu apa atau siapa yang menjamin?

Memang tidak ada yang bisa menjamin. Jika label dari MUI saja tidak Anda yakini, lalu alasan apa supaya yakin dengan label atau penilaian ANDA?

Pendapat manusia termasuk MUI tidak dijamin benar, itu saya yakini, karena hanya Rasulullah SAW yang perkataanya pasti benar. Tetapi mengikuti pendapat MUI adalah ikhtiar maksimal yang bisa saya lakukan saat ini. Kecuali jika nanti ilmu agama saya sudah lebih tinggi dari pada ulama di MUI.

Saya yakin, mereka sudah berijtihad untuk memutuskan sebuah hukum. Mungkin salah, tetapi sangat mungkin benar. Kalau saya sendiri, lebih mungkin salahnya karena ilmu saya yang masih sangat sedikit tentang ilmu agama.

“Tapi Ada Yang Memfatwakan Haram”

Itu adalah mungkin. Namanya juga dalam hal ijtihadi, ada kemungkinan perbedaan pendapat. Saya kira itu wajar. Saya hargai pendapat itu.

Akhirnya saya harus memilih, pendapat siapa yang saya ikuti? Ya, Anda sudah bisa menebak, saya memilih pendapat MUI dengan alasan diatas tadi. Dan saya perkirakan, saat MUI diskusi tentang MLM, mungkin ada sebagian ulama yang berpendapat haram juga, kemudian mereka diskusi sampai kesimpulan didapat.

Jika Anda mau mendebat dengan mengatakan, “tapi kan MLM …” Tunda perdebatan Anda, saya yakin, kemungkinan besar itu sudah dibahas di MUI. Saya yakin para ulama disana sudah memikirkannya. Mereka itu orang-orang pinter lho.

Tidak Semua Yang Dianggap MLM adalah MLM

Saya pernah membaca sebuah bahasan yang kesimpulannya MLM adalah haram. Setelah saya pelajari alasan apa yang menjadikan kesimpulan haram, ternyata alasan-alasan itu sebenarnya bukan yang ada di MLM tetapi yang ada di Money Game.

Mereka mengatakan MLM padahal yang mereka bahas adalah Money Game. Jadi menurut saya fatwa itu hanya salah menuduh saja, mereka anggap MLM itu seperti money game. Mereka tidak mengetahui bahwa ada perbedaan fundamental antara MLM dan Money Game.

Sebenarnya saya setuju dengan alasan mereka mengharamkan, jika ditujudakan untuk Money Game. Saya setuju, money game adalah haram.

Jangan tanya fatwa yang mana atau fatwa dari kelompok tertentu. Saya menghindari menyebut nama seseorang atau sekelompok. Saya hanya mengajak, saat ada orang yang menghalalkan atau mengharamkan sesuatu, teliti dulu. Jangan langsung ikut saja. JANGAN TAKLID BUTA.

Apakah Saya Ikut MLM?

Mungkin Anda sudah mengira, dengan pendapat saya diatas kalau saya itu ikut MLM tertentu. Ya tentu saja, kenapa tidak? Selama halal dan membawa manfaat, saya ikuti.

Sudah pernah ada beberapa MLM yang pernah saya ikuti. Ya, karena kurangnya ilmu saya dulu, saya juga sempat mengikuti MLM yang tidak memiliki sertifikan Dewan Syariah Nasional MUI. Tapi saya tidak pernah ikut money game sejak dulu.

Saat ini hanya satu saja dan fokus pada satu ini saja. Tujuan saya untuk membantu siapa pun yang ingin memiliki penghasilan tambahan melalui bisnis yang mudah memulainya, tanpa modal besar, dan akan saya bimbing berdasarkan ilmu dan pengelaman saya bisnis online sejak 2002.

OK, jika Anda mau mengetahui saya ikut apa, KLIK DISINI.

3 thoughts on “Ramainya Perdebatan MLM Halal atau Haram”

  1. Pingback: Cara Memilih Bisnis MLM yang Baik dan Halal – Rahmat dot Win

  2. Pingback: MLM Menurut Para Ahli – Mengapa Gabung MLM? – Rahmat dot Win

  3. Pingback: Perusahaan Bisnis MLM Terbaik di Indonesia Bisa Online atau Offline – Rahmat dot Win

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *