Saya Tidak Setuju Ungkapan: Praktek Tidak Semudah Teori

Kenapa tidak setuju praktek tidak semudah teori? Bukankah pada kenyataanya seperti itu?

Begini, karena teori dan praktek tidak untuk dibandingin. Teori mudah? Kata siapa? Banyak orang yang melakukan banyak percobaan, pengalaman puluhan tahun, dan studi banyak literatur untuk melahirkan sebuah teori.

Membaca teori memang mudah. Memahami teori memang mudah. Tapi tidak bisa dibandingkan dengan praktek, karena kedua berbeda tempat.

Teori tempatnya di wilayah pikiran.

Praktek tempatnya di wilayah fisik.

Keduanya bisa berbarengan tanpa harus menyingkirkan salah satunya.

Teori tanpa praktek atau aplikasi, itu percuma.

Sebaliknya Anda akan lebih efektif bertindak jika dilandasi dengan sebuah teori yang benar. Yah, untuk tindakan-tindakan sederhana dan biasa, tidak perlu teori. Bukan tidak perlu teori sebenarnya, tetapi teorinya sudah kita fahami.

Berbeda dengan hal-hal besar. Anda tidak bisa mendesain sebuah komponen mesin tanpa mengetahui teori tentang bahan yang akan kita gunakan. Bagaimana sifat bahan itu, bagaimana kekuatannya, kekerasannya, dan sifat-sifat lainnya. Pengetahuan akan teori itulah yang akan menjadi landasan kita berpikir membuat desain komponen.

Coba bayangkan jika saya tidak punya pengetahuan apa-apa tentang bahan itu, bagaimana saya mau menentukan ukurannya? Terlalu kecil bisa tidak kuat. Terlalu besar bisa boros atau tidak muat.

Jadi, tidak perlu dibandingkan-bandingkan. Keduanya kita butuhkan. Justru yang salah adalah jika kita hanya fokus ke salah satunya. Teori saja tanpa praktek. Sebaliknya praktek saja tanpa dilandasi teori yang valid tidak akan efektif karena akan membutuhkan coba-coba lebih banyak.

Bisa jadi seseorang hanya mengurus teori. Tapi ada orang lain yang mengurus tindakannya. Artinya sinergi antara orang yang fokus teori dengan orang yang fokus bertindak bisa terjadi.

Dalam kehidupan kita, ada ilmuan dan ada engineer dan ada teknisi. Masing-masing memegang peranan masing-masing. Tidak akan ada sebuah mobil seperti sekarang ini tanpa peran dari ketiga pihak tadi. Engineer mungkin tidak bisa praktek langsung, tapi ada teknisi yang membantu.

Yang mungkin terjadi saat ada orang yang mengatakan praktek tidak semudah teori, hanya sebuah pembenaran atas kegagalannya. Padahal, terima saja kegagalan, karena itu biasa. Dengan teori Anda mungkin saja gagal, tetapi bukan berarti tidak butuh teori. Tanpa teori, praktek akan lebih banyak salahnya, artinya lebih mungkin gagal.

Penutup:

Teori tentang atom menghasilkan bom atom yang bisa meluluh lantakan sebuah negara.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: