Nyari MLM Tanpa Tutup Poin (Tupo)? Jangan, Rugi!

Saya memahami kenapa banyak yang tidak mau dengan sistem tutup poin atau dikenal dengan istilah tupo. Padahal jika kita memahami keuntungannya, ternyata sistem tupo itu sangat menguntungkan.

Bagaimana ceritanya? Tentu akan saya jelaskan.

Sebelum menjelaskan keuntungan MLM sistem tupo, saya ingin menyinggung terlebih dahulu mengapa banyak yang tidak mau sistem tupo. Kebanyakan, alasannya adalah karena memberatkan. Dengan sistem “tupo” Anda seolah memiliki beban harus mengeluarkan uang setiap bulannya sementara pemasukan dari bisnis tersebut belum ada.

Ya saya memahami itu dan saya pun mengalaminya. Tapi ada solusinya.

bisnis mlm tanpa tupo

Keuntungan MLM Dengan Sistem Tupo

Saat Anda memposisikan sebagai downline, maka sistem tupo sepertinya memberatkan. Namun sekarang, bayangkan saat Anda memiliki 1000 downline. Setiap downline Anda masing-masing tupo, anggap saja jika dirupiahkan Rp 300.000 per orang. Berapa omset produk yang tersalurkan melalui Anda?

Omset Anda = 1000 X Rp 300.000 = Rp 300.000.000 (300 juta rupiah). Maka wajar jika Anda mendapatkan bonus kan? Omsetnya saja 300 juta. Apalgi jika Anda punya 10.000 downline, maka omset Anda 3 milyar rupiah. Dan Anda tidak harus jualan sendiri. Bonus puluhan juta PERBULAN bisa didapatkan.

Omset milyaran tidak perlu jualan sendiri. Disisi lain memiliki 10.000 downline juga tidak merekrut sendiri. Inilah keuntungan sistem MLM sebenarnya dan keuntungan ada sistem tupo.

MLM ada kata marketingnya. Network marketing apalagi. Ini bisnis, artinya ada unsur marketing (pemasaran) produk. Jadi menyalurkan produk melalui diri Anda sebagai seorang distributor adalah hal yang wajar. Setiap bisnis PASTI ada aktivitas pemasarannya. Bukan bisnis jika tidak ada aktivitas pemasaran produk.

Tapi Tupo Itu Memberatkan

Ada dua alasan, JIKA sistem tupo memberatkan:

  1. Produknya bukan kebutuhan sehari-hari, apalagi tidak dibutuhkan.
  2. Anda tidak punya sistem sehingga bisa menjual produk kepada orang lain

Kenapa ini terjadi? Karena Anda salah masuk perusahaan. Lihat produknya. Jika produknya bukan kebutuhan sehari-hari, tidak dibutuhkan, atau tidak laku, maka Anda akan menjadi beban. Anda sendiri butuh? Apalagi jika Anda tidak membutuhkan secara rutin, maka itu akan memberatkan. Mau jual susah, digunakan sendiri tidak butuh. Ini yang salah.

Jadi, bukan sistem tuponya yang salah, tetapi produknya. Itulah, jangan tergiur dengan janji bonus besar jika produknya susah dipasarkan dan kita tidak butuh.

Strategi Saya Selalu Bisa Tupo

Bagaimana dengan saya? Kebetulan di bisnis saya, produknya memudahkan untu tupo (dengan istilah berbeda). Meski bukan kewajiban, tetapi akan berpengaruh ke bonus. Untuk itu saya selalu berusaha mencapai target dan juga sebagai contoh atau teladan bagi downline saya.

Begini caranya:

  • Saya ganti kebutuhan pribadi saya sehari-hari dengan menggunakan produk yang ada di bisnis saya.
  • Saya tawarkan ke orang lain yang membutuhkan. Selain saya mencapai tupo, saya juga mendapatkan keuntungan langsung dari harga member dan harga konsumen.

Dari mulai bergabung sampai sekarang, hampir tidak pernah tidak mencapai tupo. Jika ada kemauan, ternyata bisa dan tidak memberatkan.

Ada Hikmah Dibalik Target

Tantu saja saat diawal saya agak sedikit takut. Apakah saya bisa mencapai tupo? Ternyata itu pikiran yang keliru. Ngapain mikirin tupo? Yang harus saya pikirkan adalah bagaimana mencapai bonus sebesar mungkin. Itu fokus saya. Jika ini tercapai, tupo itu mudah.

Setahu saya, jika yang diikuti MLM yang benar, tidak ada target tupo yang terlalu tinggi. Masih dibatas kewajaran yang jika kita serius, bisa dicapainya. Jika tidak, artinya sinyal bahwa kita perlu meningkatkan kemampuan agar bisa tupo.

Orang lain mampu, seharusnya kita juga mampu. Jika tidak, artinya kita kurang belajar dan berusaha. Target akan mendorong Anda untuk menjadi lebih baik dan lebih mampu. Apalagi targetnya tidak terlalu besar. Kembangkan kemampuan Anda, maka Anda akan bisa.

Anda merasa berat, karena kemampuan Anda yang tidak memadai. Inilah petunjuk bagi Anda bahwa Anda harus meningkatkan kemampuan Anda agar bisa. Kemampuan agar Anda bisa tutup poin adalah langkah awal atau tangga pertama menuju kesuksesan bisnis Anda.

Banyak orang malah mundur, kemudian mencari bisnis tanpa tupo. Menghindari hal yang sulit, berat, atau beban sebenarnya Anda melewati kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagaimana Dengan MLM Tanpa Tupo?

Saya ingin melepaskan diri dari menghakimi perusahaan lain. Jika ada bisnis yang tanpa tupo, pertanyaanya adalah dapat bonus dari mana? Jika dari biaya pendaftaran, itu bukan MLM, money game namanya. Jika mengandalkan produk saat pendaftaran, maka Anda hanya mendapatkan omset sekali beli saja.

Ini akan semakin berat, karena bonus Anda hanya akan dapatkan dari saat pendaftaran saja (itu pun  dengan asumsi benar-benar produk dengan harga yang wajar). Jadi jika tidak merekrut, Anda tidak mendapatkan bonus. Artinya tidak dalam jangka panjang.

Sementara ada juga yang biaya pendaftaran yang sangat tinggi sampai jutaan atau belasan juta, sementara produknya tidak sesuai dengan harga yang wajar. Hati-hati. Pastikan sistemnya sudah sesuai dengan anjuran APLI dan bagi saya harus sesuai dengan fatwa MUI.

Kesimpulan

Sistem tupo justru menguntungkan Anda. Berpikirlah sebagai upline yang punya banyak downline dan semuanya tupo. Pilih bisnis yang tepat, agar mencapai target tupo lebih mudah. Sementara, jadikan target tupo sebagai tantangan menjadikan diri Anda mampu mencapai target tupo.

Saya saja bisa, apalagi Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *