MLM Adalah Meet, Learn, and Multyply

Ada kepanjangan lain dari MLM, ya, seperti tertulis di judul. Pada prakteknya memang seperti itu, khususnya bagi yang baru bergabung. Sementara bagi yang sudah menjalankan bisnis MLM cukup lama, kepanjangannya bisa bergeser menjadi Meet, Lead, and Multiply.

Kepanjangan ini menjadi menjalankan bisnis MLM menjadi sebuah prosesi menarik. Uang bukanlah satu-satu tujuannya, tetapi pengalaman learn dan lead menjadikan diri kita menjadi orang yang berbeda dan tentu berubah ke arah yang lebih baik, jika menjalankan bisnisnya dengan benar.

Tahukah Anda, banyak pebisnis sukses ternyata “alumni” MLM? Sayang sebenarnya, mengapa harus menjadi alumni? Mereka berhenti dari MLM mungkin karena berbagai sebab, diantaranya perusahaan bangkrut atau penghasilannya tidak besar.

Kalau penghasilannya besar dan perusahaannya masih ada sampai sekarang, sayang kalau berhenti. Jika penghasilannya belum besar, tetapi sebagai alumni saja dia sudah memiliki bekal mental dan kemampuan menjalankan bisnis lain dan sukses. Apalagi kalau dia berhasil di MLM, peluang sukses di bisnis lain menjadi lebih besar (harusnya).

Meet Learn Multiply

Diawali dengan Meet = Pertemuan

Pertemuan menjadi darahnya bisnis MLM. Jika Anda tidak mau ketemu orang, baik online maupun offline, bisnis ini tidak akan berjalan dengan baik. Saya kita hanya MLM, bisnis lain pun sama, pertemuan adalah bagian penting dalam bisnis, apa pun itu.

Bentuk pertemuannya bisa macam-macam, bisa dalam bentuk seminar dengan audiens yang banyak, bisa pertemuan mini, bahkan face to face. Intinya, bisnis ini dilandasi oleh pertemuan.

Seharusnya adanya pertemuan akan menjadikan para pebisnis MLM itu menjadi orang yang lebih baik. Karena pada dasarnya orang itu suka kepada orang baik. Meski pun pada kenyataanya, banyak pelaku bisnis MLM yang hanya berorientasi merekrut. Mereka memang bertemu, tetapi tidak dengan cara yang baik.

Entah mentornya mengajarkan tidak benar atau entah inisiatif sendiri. Praktek bertemu dengan cara yang tidak baik sebenarnya meresak dua pihak. Yang pertama nama MLM yang menjadi jelek, kedua citra pribadi juga menjadi tidak baik.

Pertemuan seharusnya menjadi triger agar kita menjadi lebih baik dalam hubungan antar manusia. Bukan sekedar bisa bertemu agar bisa memprospek. Bisnis yang malah merusak pertemanan dan persahabatan sebenarnya sebuah kerugian besar. Meski dari segi finansial untung, tetapi kehilangan teman itu sangat rugi.

Pertemuan yang dimaksud juga bukan hanya pertemuan antara pebisnis MLM dengan prospeknya. Namun juga pertemuan antara pebisnis MLM dengan upline, leader, atau mentornya. Juga pertemuan pebisnis MLM dengan downline. Semuanya dalam rangka menjual, merekrut, memimpin, membina, dan belajar.

Learn dan Lead

Seorang pebisnis MLM adalah pembelajar, baik dari materi-materi yang disediakan perusahaan maupun tim pendukung (support team), arahan dari mentor, dan yang lebih penting adalah belajar dari praktek langsung. Setiap penolakan, kegagalan, kesalahan, dan pengalaman adalah sumber belajar terbaik dipadukan dengan materi ilmu menjalankan bisnis.

Kombinasi dari semua cara belajar akan mengubah seorang pebisnis MLM menjadi pribadi yang lebih baik, lebih percaya diri, lebih berani, lebih tangguh, lebih kuat, dan lebih positif. Akan ada perubahan diri yang positif jika seorang pebisnis MLM mau belajar dan menjalankan proses. Inilah mengapa, banyak alumni MLM yang berhasil karena sudah menempa diri, meski baru sedikit.

Seseorang yang hanya mendaftar saja, tidak akan terjadi perubahan yang berarti pada dirinya. Dia hanya mengamati, wait and see, menunda-nunda, kemudian berhenti. Dia tidak akan merasakan manfaat apa pun. Dan sungguh aneh orang seperti ini kemudian mengatakan kepada orang-orang kalau bisnis MLM itu hanya buang-buang waktu.

Sementara saya melihat banyak orang yang benar-benar berubah menjadi lebih baik. Kalau ada orang yang menjadi tidak baik, maka saya pastikan dia salah masuk perusahaan MLM atau bukan MLM sama sekali, yang hanya ngaku-ngaku saja. Atau ada oknum “leader” yang ngajarin tidak bener kepada downlinenya.

Saat Anda belajar baik menuntut ilmu dan praktek, kemudian tim Anda mulai terbentuk, maka Anda mulai berubah menjadi learn to lead, belajar memimpin. Seorang upline sebenarnya memimpin tima dibawahnya. Saya lebih suka peran sebagai pemimpin, bukan mengajari, meski pun tidak ada larangan untuk mengajari.

Satu alasan kuat kenapa seorang upline memimpin timnya karena dia sudah lebih dulu dan sudah lebih berpengalaman menjalankan bisnis. Bukan harus lebih pintar atau lebih berilmu. Menjadi seorang pemimpin bisa dilakukan oleh semua pebisnis MLM, tidak harus seorang guru atau trainer.

Saat downlinenya masih belum bisa menjalankan bisnis, pimpinlah untuk belajar. Ajak mereka untuk sama-sama belajar dengan Anda. Bersamai mereka, meski tidak harus secara fisik, dalam menjalankan bisnis. Dan yang lebih penting adalah berikan contoh atau teladan bahwa Anda juga belajar dan mencoba.

Disinilah bahwa menjadi seorang leader di MLM bukan karena diangkat, bukan karena lebih hebat, bukan karena pendidikan tinggi, tetapi lebih kepada karena Anda yang membawa orang-orang bergabung dengan Anda sehingga tugas Anda memimpin mereka. Bersama-sama dengan Anda untuk meraih sukses bersama.

Multiply

Inilah sebenarnya keunggulan dari MLM yang anehnya justru banyak yang enggan menjalankannya. Uang besar karena adanya faktor kali ini. Sebab setiap downline yang Anda miliki bisa diibaratkan sebagai distributor atau outlet penjualan produk. Semakin banyak jalur, akan semakin besar potensi penghasilan Anda.

Multiply hanya akan terjadi jika proses sebelumnya berjalan. Multiply = Meet + Learn + Lead. Diri Anda akan digandakan, jika Anda mau bertemu dengan downline Anda, kemudian Anda belajar cara membina, downline Anda belajar cara menjalankan bisnis, dan Anda memimpinnya agar mereka meraih hasil yang diinginkan.

Jika semua berjalan, maka Anda akan memiliki banyak saluran distribusi produk. Bukan hanya puluhan atau ratusan, tetapi ribuan sampai puluhan ribu mungkin terjadi. Dan Anda tidak perlu harus merekrut sendiri semuanya. Saat multiply atau duplikasi terjadi, jaringan Anda akan bertumbuh dengan “sendirinya”.

Saat Anda memiliki jaringan yang besar, maka penghasilan besar pun akan Anda raih. Penghasilan besar dari bisnis MLM menjadi sangat masuk akal jika Anda mau menjalankan proses dan tahapannya.

Kesimpulan

Semua paparan diatas menegaskan bahwa bisnis MLM menjadi salah satu alternatif karir dan profesi yang sangat menarik, terutama bagi Anda yang ingin menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik, sambil menghasilkan uang. Anda akan mendapatkan uang banyak di bisnis MLM jika serius, dan juga belajar menjadi orang yang lebih baik.

Saya sendiri akan membina Anda tentunya, sebagai kewajiban saya saat Anda bergabung dengan bisnis saya ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *