Merasa Benar? Pasti Akan Ada Orang Yang Membantah Anda

Jangan berpikir bahwa pendapatkan Anda begitu cerdas, pasti benar, dan semua orang akan setuju. Akan ada orang yang tidak setuju dengan Anda. Jangankan kita, para Nabi pun dibantah, al Quran pun dibantah.

Namun bukan berarti kita harus diam. Kebenaran tentu harus kita sampaikan. Namun akan ada saja orang yang membantah yang akhirnya berujung kepada perdebatan.

Saya sendiri lebih menghindari berdebat kecuali pada kondisi tertentu yang dibenarnya. Debat sebenarnya bukanlah sesuatu yang dilarang. Namun cara-cara yang salah yang dilarang.

Mengapa Saya Menghindari Debat

Berdebat Dengan Orang Bodoh Itu

Saya ingat beberapa quote, kata kutipan, berkaitan dengan berdebat dengan orang bodoh.

Artinya (kira-kira): Adalah sulit memenangkan argumen dengan orang pintar, tetapi hampir tidak mungkin memenangkan argumen dengan orang bodoh. ~ Bill Murray.

Yang kedua:

Jangan pernah berargumen dengan orang bodoh, mereka akan menarik Anda ke level mereka dan mengalahkan mereka dengan pengalaman. ~ Mark Twain.

“Rahmat, jadi kamu beranggapan orang lain bodoh? Kamu yang bodoh mungkin!”

He he. Jika betul saya yang bodoh, sudahlah jangan berdebat dengan saya, nggak mungkin menang (kata Bill Murray) atau Anda akan kebawa bodoh seperti saya (kata Mark Twain).

Jadi berbebat dengan orang pintar susah menang, berdebat dengan orang bodoh hampir mustahil menang. Jadi ngapain berdebat? Jadi terlepas Anda itu pintar atau bodoh, saya menghindari berdebat. Tentu dengan mengecualian yang nanti saya akan bahas di akhir artikel.

Mungkin contoh kasusnya seperti ini, saya yang hanya hafal beberapa hadist, hafal sedikit Al Quran, kurang ngerti ushul Fiqh, berdebat masalah fiqh dengan seorang ustadz yang sudah hafal ribuan hadist, hafal Al Quran dengan artinya, sudah memahami kaidah-kaidah ushul fqih.

Kira-kira, perdebatan fiqh saya dengan ustadz tersebut akan berjalan baik? Harusnya saya jadikan dia sebagai guru saya, bukan lawan debat. Perdebatan tidak akan nyambung, sang ustadz mengeluarkan dalil dan kaidah ushul fiqh, sementara saya hanya bermodalkan ngotot. He he.

Debat Kusir

Apa jadinya jika saya berdebat dengan fiqh dengan orang yang sama-sama nggak ngerti fiqh dan ushul fiqh? Nggak akan ada hasilnya, hanya ngalor ngidul. Tanpa dalil dan tanpa kaidah. Apa hasilnya.

Setiap pendapat itu harus ada dalilnya, harus ada dasarnya, harus ada ilmunya.

Bukan hanya masalah fiqh ya, bisa saja untuk masalah bisnis dan lainnya.

Takut Dibenci Allah dan Tidak Punya Rumah di Syurga

Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras debatnya.” (HR. Bukhari, no. 4523; Muslim, no. 2668)

Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Jika melihat hadist-hadist diatas, artinya ada debat yang dilarang oleh Rasulullah saw.

Debat Yang Diperbolehkan

Saya kurang faham apa istilahnya. Depat apa yang diperbolehkan? Bagi saya boleh tidak boleh, rujukannya tentu agama, agama Islam yang saya anut. Adakah debat yang diperbolehkan dalam Islam?

Saya yakin ada (mungkin dengan istilah berbeda). Misalnya kumpulan ulama yang membahas hukum tertentu, ada kemungkinan terjadi perdebatan. Setelah sekian lama, ada kesepakan tentang hukum itu dan jadilah fatwa atau ijma ulama. Nah, seperti ini pastinya dibolehkan.

Pada dasarnya debat yang dibolehkan adalah debat dengan:

  • Niat yang benar
  • Cara yang benar

Niat yang benar artinya karena Allah untuk menemukan jawaban atau kesimpulan paling tepat. Ada argumen mungkin terjadi, tetapi niatnya yang benar. Niat yang benar itu adalah untuk dakwah, untuk mencari kebenaran (seperti diskusinya majelis syuro atau majelis ulama), dan untuk meluruskan kesalahan.

Tentu ada niat-niat yang salah seperti ingin dianggap hebat, ingin menjatuhkan orang lain, ingin mempermalukan orang lain, ingin membanggakan kelompoknya, dan niat-niat buruk lainnya.

Caranya tentu harus benar juga. Pasti ada etika dan aturannya bagimana cara yang benar. Sepertinya ada kitab khusus yang membahas ini. Harus dipelajari nich.

Termasuk ada lho etika atau aturan cara berdebat dengan saya seorang Muslim dengan non Muslim. Kalau membahas bahasan cabang, tidak akan pernah nyambung. Karena saya landasannya Al Quran, dan dia landasannya kitab suci dia atau hanya logika. Ada batasannya kapan berdebat dengan non Muslim.

Siapa Saya?

Sepertinya saya harus lebih banyak belajar atau berguru daripada berdebat. Untuk saat ini saya lebih banyak menghindari berdebat, apalagi jika terjebak di debat kusir atau debat antara orang pintar dan bodoh (terlepas siapa yang pintar atau bodoh).

Apalagi debat di social media, lebih baik saya hindari. Apalagi jika orang memancing untuk berdebat dengan cara yang tidak baik, menyinggung, mengejek, menyerang pribadi, dengan kata-kata kasar, dan sejenisnya. Kadang, apa yang mereka katakan ada benarnya, tapi jika caranya tidak baik, akan saya hindari.

Tapi tetap, saya akan berusaha menyampaikan kebenaran karena itu salah satu kewajiban saya (dan semua Muslim). Mungkin dengan cara yang berbeda, bukan dengan berdebat. Yah, cukup menyampaikan saja apa yang saya yakini benar. Fokus saja menyampaikan.

Apalagi sampai berdebat menghabiskan waktu untuk melakukan hal lain yang lebih bermanfaat.

BTW, dulu saat saya mulai mengenal internet (sekitar tahun 1999-an) saya doyan berdebat. Tapi itu dulu, sekarang mah sudah tidak lagi. Kalau pun berdebat, terbatas pada apa yang diperbolehkan saja jika sesuai dengan kapasitas saya.

Nah, jangan mendebat tulisan ini ya. Tidak akan saya layani. Kalau Anda setuju, mending share saja via social media menggunakan tombol dibawah ini. Kalau tidak setuju, abaikan saja. Kalau ada yang salah, nasihati saya.

1 thought on “Merasa Benar? Pasti Akan Ada Orang Yang Membantah Anda”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: