Mengapa Memilih Bisnis MLM? Bukankah …

Mengapa saya memilih bisnis MLM, bukankah “banyak” cerita negatif tentang MLM, bahkan menjadi bahan olok-olok sebagian orang?

Ah, jangankan MLM. Agama pun, termasuk agama saya Islam, banyak orang yang salah persepsi dan menganggap negatif. Banyak prasangka negatif terhadap Islam dan semuanya salah. Agama saja seperti ini, apalagi “hanya” sebuah MLM.

Jangankan MLM, bisnis biasa pun tetap banyak juga yang berprasangka negatif. Banyak orang yang menganggap kalau pengusaha itu serakah. Padahal pada kenyataanya banyak pengusaha yang membantu ribuan karyawan dan memberikan solusi hidup bagi jutaan orang.

Untungnya saya tidak mudah percaya dengan opini yang beredar. Saya juga tidak mudah percaya apa kata orang, sementara orang-orang itu belum tentu lebih pintar dibanding saya. Bahkan, jika dia seorang “ahli” sekali pun, belum tentu pendapatnya benar.

Pendapat Buruk Orang Tentang MLM Belum Tentu Benar

Saya akui banyak pebisnis MLM yang menjalankan bisnisnya dengan cara yang tidak baik. Tapi itu oknum. Jika ada orang Indonesia itu koruptor, apakah semua orang Indonesia itu koruptor? Jika ada seorang Muslim melakukan kejahatan, apakah semua Muslim itu jahat?

Bagi Anda yang berpikir jernih, pasti jawabannya tidak. Jika ada pebisnis MLM yang berperilaku tidak benar, itu adalah oknum. Kenapa banyak? Ya, karena masuk ke bisnis MLM itu relatif mudah dibandingkan bisnis lain yang harus memiliki modal besar.

Selain oknum, ada juga bisnis-bisnis yang NGAKU atau DIANGGAP MLM, padahal bukan. Mereka tidak peduli benar salah atau halal haram. Mereka menjalankan bisnis dengan tujuan meraup uang sebanyak mungkin. Kemudian mereka menghilang, kemudian muncul dengan nama baru.

Imbasnya, MLM yang benar kena getahnya karena kelakukan orang-orang seperti itu. Muncullah berbagai opini yang menyamaratakan atau menjeneralisasikan. Mengambil kesimpulan dengan cara berpikir menyamaratakan itu jelas tidak bisa diterima. Menyamaratakan salah satu cacat logika dimana kesimpulannya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Ada Ahli Yang Mengatakan MLM Itu Jelek dan Ada Juga Yang Mengatakan Bagus

Tentu saja, ada banyak ragam pendapat. Termasuk pendapat dari orang-orang yang dianggap ahli tentang MLM. Ada yang mengatakan harus menjauhi MLM ada juga yang sangat menyarankan MLM. Artinya ada dua bahkan ragam pendapat tentang MLM.

Ragam pendapat inilah yang harusnya kita lebih menggunakan pikiran kita. Jangan mudah terbawa arus dengan berbagai pendapat yang tidak jelas sumber dan alasannya. Jangan mudah terbawa opini.

Jangan Menyalahkan MLM Karena Kegagalan Orangnya

Banyak orang gagal di MLM.

Betul saya setuju. Tapi kalau mau adil, di bisnis biasa pun punya angka kegagalan yang tidak jauh berbeda. Menurut berbagai sumber, 95% bisnis biasa itu tidak bertahan alias gagal.

Apakah menjadi karyawan itu banyak yang berhasil? Tidak, mungkin yang bertahan sampai usia pensiun itu banyak. Tetapi yang meraih sukses sampai jenjang karir yang tinggi atau mencapai jabatan tinggi, seberapa banyak? Sama saja, sangat sedikit.

Jadi, menilai itu harus adil. Apa pun profesi Anda, sebagian besar tidak meraih keberhasilan.

Jika banyak karyawan tidak berhasil, apakah profesi sebagai karyawan itu salah? Tidak! Begitu juga, saat banyak pebisnis konvesional gagal, apakah profesi menjadi pebisnis itu salah? Ini juga berlaku untuk bisnis MLM. Jangan salahkan profesinya, gagal itu karena salah orangnya.

Buktinya, MLM menjadi salah satu profesi yang menghasilkan orang-orang berpenghasilan tinggi.

Ada Yang Mengatakan MLM Itu Haram Ada Juga Yang Mengatakan Halal

Pendapat halal haram pun sama, ada yang mengatakan haram (ustadz) dan juga ada yang mengetakan halal (ustadz juga, bahkan para ulama). Mana yang Anda ikuti? Saya lebih memilih yang lebih kuat. MUI itu majelis, artinya tidak seorang. Dewan Syariah itu juga tidak seorang. Jadi pendapat Dewan Syariah Nasional MUI lebih saya ikuti dari pada pendapat pribadi.

Dan saya mencukupkan diri untuk berdebat halal haram, sudah ada orang yang membahasnya dan mereka lebih kompeten dibanding saya.

Salah satu pendapat yang mengatakan MLM itu haram, karena menyamaratakan MLM dengan money game. Saya setuju kalau money game itu haram. Tapi kalau MLM, tidak semuanya. Bisnis biasa pun ada yang halal dan haram. Kata siapa semua bisnis biasa halal? Begitu juga MLM, ada yang halal dan haram. Berpikirlah, carilah wawasan yang cukup agar Anda bisa mengambil keputusan dengan tepat.

Halal haram bukan ditentukan oleh MLM atau bukan. Tapi lihat bagaimana cara menjalankannya dan produk apa yang dijual.

Jadi Inilah Mengapa Saya Memilih MLM

Karena simpang siur tentang pendapat atau lebih tepatnya opini tentang MLM, disisi lain banyak orang yang ingin meraih peluang sukses dengan segala keterbatasannya, banyak orang yang terjerumus ke “bisnis” yang salah. Banyak orang yang terjerumus ke money game.

Kenapa? Karena mereka tidak bisa membedakan dan kurang ilmu. Yang kedua, karena para pemain bisnis MLM yang benar tidak menjangkau mereka. Saya terpanggil untuk ikut serta menyebarkan informasi MLM yang benar dan halal. Dan langkah pertama, tentu saya ikut bergabung.

Bisnis MLM (yang halal dan benar) memberikan kesempatan kepada semua orang untuk sukses. Tidak perlu modal yang besar (khususnya bisnis saya), tetapi memiliki peluang mendapatkan penghasilan besar dan meningkatkan taraf hidup orang banyak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *