Harapan-harapan Palsu Dari Pebisnis MLM

Perlu ditekankan, bahwa harapan palsu itu datang seringkali dari pebisnisnya (orangnya) bukan dari MLMnya. Selama Anda memilih bisnis MLM yang benar, itu tidak masalah. Hanya saja banyak pebisnis MLM yang melebih-lebihkan dengan maksud bisa merekrut orang dengan mudah.

Inilah yang justru merusak bisnis MLM itu sendiri. Mereka ingin mendapatkan penghasilan dari MLM, namun juga merusak bisnis MLM dengan memberikan harapan-harapan palsu kepada prospeknya.

Akhirnya banyak yang kecewa terhadap MLM. Padahal yang bikin ulah adalah para pemain nakal yang tidak berpikir panjang. Lebih parahnya lagi, jika mereka melakukan itu karena diajari oleh uplinenya.

MLM memang memberikan peluang kepada siapa saja untuk meraih hasil jutaan per bulan. Saya sendiri sudah mendapatkannya. Namun saya dapatkan setelah saya “membayar harganya” dengan waktu, pengorbanan, dan kerja keras.

Sebenarnya, hasil yang akan Anda raih bisa dihitung dengan logika biasa. Angkanya tidak jauh dengan bisnis produk pada umumnya. Untuk mendapatkan penghasilan Rp 10.000.000, maka akan dibutuhkan omset yang wajar agar Anda mendapatkan keuntungan tersebut. Anggaplah, keuntungan normal itu sekitar 5%, maka butuh omset Rp 200.000.000.

Bedanya, Anda tidak perlu membangun omset tersebut sendirian. Ini yang membedakan MLM dengan bisnis lainnya. Anda tidak harus punya toko seperti Alfa Mart, Yomart, Indomart dan sejenisnya. Cukup di rumah saja. Omset saya sekitar 100 – 120 juta per bulan, dan hanya saya jalankan di kantor yang ada di rumah saja.

harapan palsu

Keyakinan Menyesatkan Bahwa Bisnis Ini Tidak Memerlukan Usaha

Babi ngepet aja butuh usaha, he he. Jangan sampai lilinnya mati (kata di film sich). Apalagi yang namanya bisnis, pasti butuh usaha. Jadi jangan percaya jika ada yang mengatakan Anda tinggal daftar kemudian tunggu bonus mengalir. Bullsh*t!

Ada juga yang beralasan, katanya uplinenya akan berusaha untuk Anda. He he. Lalu yang membantu downline Anda siapa? Jika Anda, maka Anda tetap berusaha. Jika upline Anda pun bersedia membantu downline Anda dengan cara mengerjakan apa yang perlu dikerjakan oleh downline, itu juga tidak masuk akal.

Jika seorang upline, downlinenya cuma Anda, mungkin bisa. Jika dia punya 100 downline, apa mungkin dia mengerjakan semuanya? Apalagi 1000 atau 10.000? Berpikirlah!

Maka satu-satunya cara adalah setiap pebisnis harus mandiri mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Duplikasi kata kuncinya. Anda tetap harus berusaha, tetap harus bekerja. Setiap orang harus bekerja.

Tawaran Menyesatkan Bahwa Cukup Merekrut 2 Orang, Anda Akan Kaya

FAKTA bisnis biasa saja hanya 5% yang jalan terus. Begitu juga dengan bisnis MLM, tidak jauh dari angka itu. Jika Anda hanya merekrut sedikit orang, kemudian tidak merekrut lagi, Anda sedang memegang tiket lotre yang kebanyakan orang tidak menang.

Apa lagi, sistem bisnis MLM yang benar itu biasanya memerlukan setidaknya 6 front line yang sukses, bukan 2. Yang hanya 2 itu biasanya sistem binari. Untuk menghasilkan 6 frontline yang sukses, apakah cukup merekrut 6 orang? Logika saja. Apakah mereka semua akan aktif? Saya tidak bertanya sukses, tetapi aktif. Anda tentu bisa menjawabnya. Aktif saja belum tentu, apalagi sukses.

Jadi untuk menghasilkan 6 frontline yang sukses, Anda pasti membutuhkan lebih banyak frontline, kemudian akan terjadi seleksi alam. Jika Anda masih belum menemukan 6 orang sukses, maka Anda harus tetap menambah frontline Anda.

Bagaimana jika Anda bergabung yang membatasi jumlah frontline? Hanya 2 atau 3 atau 6 misalnya? Tinggalkan!

Menggiurkan Tapi Sesat: Bergabunglah Anda Akan Cepat Kaya

Saya tidak mengatakan Anda akan lama kaya. Sebenarnya Anda bisa cepat. Ada banyak kisah di bisnis saya yang meraih bonus puluhan juta setelah bergabung dalam hitungan bulan. Itu adalah mungkin.

Kembali ke logika. Anda bisa meraih bonus puluhan juta, jika sudah bisa membukukan omset ratusan juta per bulan. Ada sebagian orang, dengan kemampuan dan kerja keras yang luar biasa mampu meraihnya. Anda juga bisa.

Namun saat Anda mengerjakannya part time, itu pun dengan cara-cara yang biasa saja, maka akan membutuhkan waktu untuk meraih bonus besar. Semuanya masuk akal, semuanya sesuai logika. Anda akan mendapatkan sesuatu dengan apa yang Anda usahakan.

Ibaratnya berapa lama waktu yang akan ditempuh untuk sampai ke tujuan berjarak 100 km? Tentu akan berbeda antara yang mengendarai mobil dengan kecepatan 100 km/jam dengan yang kecepatannya 40 km/jam. Apalagi dengan yang berlari atau berjalan kaki.

Bagaimana dengan yang diam saja? Tidak akan pernah sampai.

Cepat tidaknya Anda sukses, tergantung seberapa cepat Anda berusaha. Seberapa cepat orang yang Anda rekrut setiap hari? Itu.

Bohong: Jika Ada Yang Menawarkan Bisnis MLM yang Tidak Perlu Merekrut atau Menjual

Bukan MLM kalau tidak merekrut. Kalau tidak menjual produk, lalu dapat bonus dari mana? MLM yang benar, bonus itu dari produk atau jasa. Kalau dari perekrutan, itu money game.

Anda Akan Tetap Harus Merekrut, Namun Caranya Yang Berbeda

Ada banyak cara merekrut, tetapi tetap merekrut. MLM itu multi level, pastinya setiap anggotanya akan merekrut. Bukan MLM kalau tidak merekrut. Hanya saja, caranya yang berbeda.

Memang ada cara-cara, dimana Anda bisa merekrut tanpa berhadapan langsung dan tanpa merasakan penolakan. Ini yang saya lakukan. Saya membuat strategi, bagaimana caranya, orang yang tertarik yang mendatangi saya, bukan saya yang mendatangi mereka. Tetapi, tetap saja saya merekrut.

Ada Banyak Cara Menjual

“Tidak perlu menjual” menjadi sebuah tagline jualan seseorang agar orang yang takut menjual mau bergabung MLM. He he. Saat orang bergabung, dia sudah dijuali.

Tidak ada yang salah dengan menjual dan cara menjual itu banyak. Anda tidak perlu door to door untuk menjual produk. Sebenarnya dengan merekrut pun pada dasarnya adalah menjual produk. Bukankah supermarket besar pun menjual keanggotaan agar Anda menjadi langganannya.

Pebisnis MLM itu pelanggan sekaligus pebisnis. Saat Anda sedang merekrut, artinya Anda sedang menjaring pelanggan juga, sama dengan supermarket besar yang menawarkan keanggotaan. Bedanya anggota di MLM tertentu boleh merekrut lagi.

Menjual produk ke non member itu boleh, tetapi bukan keharusan. Jadi, jika Anda tidak mau menjual ke non member, itu tidak masalah. Kalau mau, itu juga bagus.

Ingat, MLM yang benar bonusnya dari sejauh mana produk yang Anda salurkan. Adanya aliran produk yang nyata, itu ciri MLM yang benar. Saya tidak sedang bicara money game yang ngaku MLM.

Jujur dan Profesionallah, Maka Bisnis MLM Akan Lebih Berkembang

Sebenarnya tanpa harus memberikan harapan palsu, pemasaran jaringan sudah memiliki keunggulan yang sangat menarik dibandingkan bisnis lainnya. Banyak yang kecewa terhadap MLM itu karena banyak yang memberikan harapan palsu, kemudian pebisnis kecewa dan membawa jelek nama MLM pada umumnya.

Harapan palsu dapat merusak nama baik bisnis MLM.

Jujur dan profesionallah ketika Anda mempresentasikan pemasaran jaringan sebagai sebuah bisnis, bantulah mengkahiri presentasi yang memberikan harapan-harapan palsu yang bisa mengakibatkan kesehatan dan kelangsungan bisnis MLM atau network marketing.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *