Dikritik dan Mengkritik

Jika kita amati, orang rata-rata itu

  • suka mengkritik
  • tidak suka dikritik

Suka Mengkritik

mengkritik dan dikritik

Karena kebanyakan orang labih suka melihat kekurangan orang lain dan dia menyampaikannya. Tujuan terselubungnya adalah membuat dirinya lebih baik. Mungkin dengan dalih membuat orang itu (yang dikritik) agar lebih baik. Katanya, kritik itu membangun.

Saya tidak sedang bicara kritik ke pemerintah, fokus kita adalah kritik ke orang terdekat, keluarga, teman, dan termasuk orang yang baru kita kenal.

Meski ada slogan, “kritik itu membangun” namun saya banyak menemukan bukti justru banyak kritik yang membungkam atau membuat orang malah mempertahankan diri atau melawan.

Kenapa?

Karena kebanyakan orang tidak suka dikritik. Bahkan pengkritik pun tidak suka dikritik. Seorang pengkritik yang dikritik bisa membalas dengan kritikan yang lebih pedas. Ha ha.

So … kritik itu membangun?

Think Again.

Kebanyak orang salah menempatkan posisi terhadap sebuah kebijakan.

Misalnya kata-kata bijak “kritik itu membangun” adalah kata-kata bijak untuk orang yang DIKRITIK, bukan menyuruh Anda untuk mengkritik orang seenaknya.

Jadi, saat Anda menerima kritik, barulah menerapkan kata bijak itu.

Sama halnya tentang hadist kebaikan memberi sedekah, ini hadist untuk PEMBERI sedekah, bukan orang yang ingin DIBERI.

Lalu, bagaimana jika kita ingin memperbaiki orang lain?

Jika kita mau belajar, ternyata ada cara memperbaiki orang tanpa mengkritik. Jangankan orang yang baru kita kenal, keluarga atau teman lama pun tidak suka dikritik.

Kita perlu belajar cara mengubah orang tanpa harus menyakitinya. Kritik itu menyakitkan, jadi sebisa mungkin hindari, cari cara lain. Salah satu buku yang pernah saya baca membahas ini adalah How To Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie (buku terjemahnya sudah banyak berbedar).

Jadilah Orang Diatas Rata-rata Dalam Hal Kritik

Saat Anda mampu mengendalikan diri tidak mudah mengkritik, Anda sudah menjadi orang yang diatas rata-rata.

Disisi lain, saat Anda mendapatkan kritik dan Anda menerimanya dengan pikiran terbuka dan jiwa besar, Anda pun sudah menjadi orang diatas rata-rata.

Saat Anda sudah memiliki dua kemampuan ini, ini akan menjadi modal besar untuk meraih sukses. Lebih banyak teman dan menjadi pribadi yang maju. Juga bisa menjadi seorang ayah, ibu, kakak, yang bijak dalm upaya mengubah orang lain.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: