Cerita si Dodo dan Didi

Saat si Dodo sedang bersantai di teras rumahnya, lewatlah si Dada teman lamanya yang sudah sukses berbisnis.

Dodo: “Hey Da, mau kemana? Mampir atuh …”

Dada: “Eh, Dodo. Mau ke rumah Didi.”

Dodo: “Oh, ada apa ya?”

Dada: “Ini ada proyek, sepertinya bisa dikerjakan sama si Diri.”

Dodo: “Oh, proyek apa sich?”

Dada pun menjelaskan proyek dan ternyata nilainya besar.

Dodo: “Wah proyek besar. Tapi ini mah info saja ya, kalau dia itu tidak sejago kelihatannya. Bisnis dia saja sekarang lagi turun dan punya utang. Yakin mau ngasih ke dia?”

Dada: “Oh gitu ya … Wah saya jadi ragu nich. Bisa nggak yah?”

Dada pun berpikir keras …

Dada: “ya sudahlah, saya cari orang lain saja. Saya mau bilang dulu kalau proyeknya batal sama dia.”

Dodo: “eh, tapi jangan bilang-bilang gara-gara saya ya!”

Dada: “tenang, saya cari alasan lain.”

Dada pun pergi menghampiri Didi untuk membatalkan proyek.

Beberapa jam kemudian, Didi datang ke rumah Dodo.

Dodo: “kelihatannya kamu lemes Di, ada apa?”

Padahal Dodo sudah mengetahui alasannya, itu mah basa basi saja.

Didi: “Itu Do, saya mau dapat proyek dari Dada. Kemarin sudah deal ngobrol via WA, tapi barusan dia malah ngebatalin.”

Dodo: “ooohhhh”

Dodo pura-pura kaget.

Didi: “Padahal, tadinya saya mau ngajak kamu. Hasilnya lumayan. Nanti kamu bisa bayar utang ke saya dan saya bisa bayar utang ke orang lain. Dan kamu masih ada sisa cukup banyak.”

Jeder … Dodo kaget.

Dodo: “emang kamu bisa mengerjakan proyek itu?”

Didi: “in syaa Allah. Saya pernah memegang proyek yang sama sebelumnya. Dibantu kamu, pasti lebih mudah.”

Dodo hanya terdiam …

Didi: “ya, belum rezeki kita mungkin.”

Moral cerita … silahkan simpulkan ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: