Cara Menjalankan Bisnis MLM yang Baik

Salah satu penyebab kenapa masih banyak orang yang risih dengan bisnis MLM karena banyak diantara yang menjalanka bisnis ini dengan cara yang tidak baik. Entahlah, sebagian orang menganggap memang seperti itulah caranya. Katanya harus kuat mental apa pun tanggapan orang lain.

Contoh cara menjalankan bisnis MLM dengan cara yang tidak baik adalah apa yang disebut rough marketing. Misalnya mengundang orang dengan iming-iming tanpa menyebutkan bisnis MLM. Atau follow up tidak karuan yang mengganggu prospek. Kemudian memprospek siapa pun orang yang ditemui, tidak peduli dengan kondisi apa pun.

Cara Menjalankan Bisnis MLM yang Baik

Akhirnya banyak orang yang merasa terganggu untuk pemain MLM, sehingga akhirnya antipati terhadap semua MLM. Sayang sekali, peluang yang bagus, bisa menjadi solusi bagi banyak orang, tetapi dirusak oleh orang-orangnya sendiri.

Disisi lain, banyak para pemain atau bahkan yang disebut leader mengajarkan hal itu. Katanya itu tantangan mental. Supaya kita tangguh, tidak peduli banyak yang membenci. Akhirnya mereka memunculkan asumsi sendiri bahwa yang membenci itu karena tidak mengerti atau mindsetnya yang masih negatif.

Terlepas ini di dunia nyata maupun di dunia maya. Di sosial media pun kita melihat, banyak orang yang melakukan bisnis ini dengan cara kasar. Tidak sedikit saya melihat status yang nyinyir terhadap orang yang tidak mau bergabung. Seolah mereka itu masih bodoh atau masih negatif.

Adakah Cara Menjalankan Bisnis MLM Yang Baik?

Pastinya ada. Lakukan saja cara-cara marketing yang baik, sesuai dengan aturan dan kesopanan. Kenapa tidak berani mengundang dengan langsung menyebut MLM? Ya, saya mengetahui alasannya. Kita tidak menyebutkan MLM karena kalau disebutkan orang tidak akan datang.

Kenapa tidak datang? Karena sudah antipati terhadap MLM. Kenapa bisa antipati? Ya kelakuan oknum-oknum tersebut. Sekarang beranikah Anda mengundang dengan jujur kepada prospek agar datang untuk menyaksikan presentasi kita?

Harusnya berani. Jika mereka tidak mau, maka cara mengundangnya harus diperbaiki. Tidak adakah cara lain selain mengundang untuk menyaksikan presentasi? Mengundang orang itu akan menyita waktunya yang berharga, jika mereka merasa tertipu, jelas akan marah dan kecewa.

Undanglah Jika Mereka Siap

Undanglah jika mereka memang siap melihat presentasi MLM Anda. Agar mereka tidak merasa tertipu. Agar mereka dengan senang hati menyimak dan memahami presentasi Anda. Dan, agar Anda tidak membuang waktu Anda sendiri untuk presentasi di hadapan orang yang tidak siap.

Bisakah hanya mengundang yang sudah siap mendengarkan? Bisa. Kuncinya ada di teknik mengundang Anda. Jadikan undangan sebagai seleksi siapa yang sudah siap atau tidak. Bagi yang sudah siap akan datang, bagi yang belum siap bisa Anda follow up untuk membuka pikirannya sampai siap.

Hindari Perdebatan

Penolakan dan keberatan itu wajar. Jangankan menjual bisnis MLM atau produknya. Menjual apa pun, ada saja orang yang menolak atau keberatan dengan tawaran kita. Nah, saat orang menolak atau keberatan, jangan berdebat. Berdebat malah menghasilkan permusuhan. Tidak semua orang siap dengan berdebat, termasuk Anda sendiri.

Kenapa terjadi perdebatan? Karena tidak mengetahui ilmu persuasi. Kenapa tidak mengetahui ilmu persuasi? Karena tidak diajarkan oleh upline, leader, atau perusahaannya. Yang ada hanya di suruh prospek dan prospek dengan ilmu sekedarnya.

Saya mengajarkan teknik persuasi yang baik, meski hanya dasar-dasarnya, kepada mitra-mitra saya. Teknik persuasi yang baik saat mendapatkan penolakan atau keberatan, akan meninggalkan perdebatan. Justru akan membongkar dengan lebih jelas apa yang menjadi keberatan dan kita bisa mengantisipasinya dengan baik.

Gunakan Strategi Permissive Marketing

Selalu atas izin si prospek. Baik secara online maupun offline. Mintalah izin jika Anda mau bicara, mau presentasi, dan sebagainya. Jangan main tembak saja.

Termasuk di dunia online, saat Anda mau ngirim WA, ngirim email, ngirim message di facebook, dan sebagainya, mintalah izin terlebih dahulu. Inbox orang lain itu ibarat rumah. Alangkah baiknya sebelum email kita masuk ke rumah tersebut, sudah minta izin dulu atau dia sudah mengizinkan kita.

Saya pernah menerima inbox orang yang langsung menawarkan bisnis MLMnya. Saat saya tegor, dia bilang tidak diajarin, masih belajar, atau masih pemula. Entahlah saya tidak tahu apakah alasan itu benar atau tidak. Katanya ada juga yang malah nyolot mengatakan apa yang dia lakukan tidak ada salahnya.

Apakah saya tertarik untuk menyimak tawarannya? Mimpi, saya malah memblokirnya.

Anda boleh melakukan apa pun di area milik Anda sendiri, bukan di area milik orang lain. Anda boleh menulis status apa pun di profil Anda. Tapi jangan di profil orang lain. Anda boleh menulis apa pun di blog Anda, tapi jangan di blog orang lain.

Manfaatkan area pribadi Anda untuk menawarkan sesuatu dengan baik. Orang tertarik akan meminta informasi leih lanjut. Disanalah izin inbox, izin messenger atau area private lainnya sudah terbuka dan memberi izin kepada Anda.

Tapi kan susah.

Artinya Anda perlu belajar Cara Menjalankan Bisnis MLM yang Baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: