Cara Memilih Bisnis MLM yang Baik dan Halal

Bagaimana cara memilih bisnis MLM yang baik dan juga halal? Ya, jika kita bertanya kepada orang-orang yang sudah bergabung dengan sebuah MLM tertentu, akan mengatakan bisnisnyalah yang terbaik. Termasuk, kalau bertanya kepada saya, maka bisnis saya yang terbaik. He he.

Sebenarnya syah-syah saja, setiap orang mengklaim bisnisnya yang terbaik. Tetapi pada ujungnya Andalah yang menentukan. Andalah yang memilih mana yang terbaik. Dan akibatnya akan Anda rasakan sendiri.

Apa pun kata orang, jadikan sebagai masukan, tetapi pikirkan juga dengan jernih dan teliti sehingga tidak salah pilih. Jangan mudah terbuai dengan penjelasan seseorang dan langsung bergabung, karena setiap pebisnis MLM memang memiliki kepentingan untuk merekrut Anda.

Saya akan ceritakan, bagaimana pengalaman saya dulu memilih bisnis MLM yang terbaik. Saya tidak langsung memilih yang ini, saya pertimbangkan dan membanding-bandingkan dengan yang lain. Saya tidak akan mengajak Anda untuk bergabung dengan bisnis saya, semua terserah Anda.

Cara Memilih Bisnis MLM yang Baik Dengan Dipandu Nilai-nilai

Apa Nilai-nilai Anda?

Ya, nilai-nilai yang harus memandu Anda memilihnya. Jika tidak sesuai dengan nilai-nilai Anda, maka Anda akan merasa berat saat menjalankannya. Untuk itu, Anda perlu memahami nilai-nilai Anda sendiri.

Kita semua mengetahui bahwa berbisnis MLM adalah untuk mencari uang. Jujur saja, memang seperti itu. Dan, semua MLM bisa memberikan keinginan Anda itu, mendapatkan uang bahkan mendapat passive income. Pertanyaanya, milih yang mana.

Sebagai Muslim, nilai utama saya adalah Al Quran dan Hadist. Apakah MLM yang saya ikuti sudah sesuai? Saya tidak akan membahas lagi apakah MLM halal atau haram, yang penting adalah kita memilih yang halal. Halal kata siapa? Nah ini yang perlu kita cermati.

Saya perhatikan dan mencoba berbicara dengan beberapa pemain MLM, mereka mengaku bisnisnya halal semua. Jadi kalau Anda bertanya ke anggotanya, akan terjadi bias dan mengaku halal.

Bukti bahwa sebuah perusahaan MLM itu sudah sesuai dengan syariah adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Dewan Syariah Nasional, dan nama perusahaan itu ada pada sertifikat tersebut. Pernah ada orang yang mengaku MLMnya halal, saya minta dia malah menunjukan fatwa ini. Ini sich panduan, BUKAN sertifikat.

Contoh sertifikat:

Jadi jangan mudah terkelabui. Yang ngaku halal banyak, tetapi tanpa pengakuan dari lembaga kredibel, itu semua percuma. Semua orang bisa ngaku ini itu, namun pengakuan dari lembaga kredibel yang membuktikannya.

Tentu saja kehalalan menjadi nilai bagi seorang Muslim yang taat, yang penuh kehatian-hatian apa yang dia peroleh. Tidak sekedar mendapatkan uang.

Bagaimana dengan pengakuan atau keanggotaan dari APLI? Itu bisa menjadi rujukan, setidaknya, setahu saya, Perusahaan MLM Anggota Apli adalah MLM yang benar, bukan money game. Tapi, kalau saya sendiri, jika sudah ada DSN saya tidak peduli apakah anggota APLI atau bukan.

Sesuai dengan syariah, pasti MLM benar. Sesuai dengan kriteria APLI, belum tentu syar’i. Ini prinsip saya.

Yah, memang ada orang yang nilainya uang semata. Orientasinya uang semata. Yang penting bisa menghasilkan uang besar dengan cepat. Tidak peduli halal atau tidak. Ya itu urusan mereka, saya hanya menyampaikan apa yang menurut saya benar.

Jadi apa yang menjadi nilai-nilai Anda?

Memilih Berdasarkan Produk

Saya akan kembali ke nilai-nilai diatas. Bahwa halal itu harus mencakup sistem DAN produknya. Kadang adalah yang sistemnya halal, tetapi produknya masih belum. Ada juga sebaliknya, produknya halal tetapi sistemnya tidak. Termasuk ada yang produknya berupa umroh (jelas halal dan ibadah) tetapi menggunakan sistem ponzi yang dilarang.

Yang kedua dari sisi bisnis. Saya memilih perusahaan yang produknya banyak dan memungkinkan repeat order. Kenapa? Agar bisnis berlangsung terus. Banyak produk memberikan peluang menjual lebih banyak. Dan juga repeat order untuk menjaga omset terus berkembang.

MLM yang benar adalah MLM yang berfokus pada produk, ya penjualan produk. Bonus yang kita peroleh tergantung dari omset produk. Bukan dari uang pendaftaran, karena ini disebut money game. Ciri MLM yang benar adalah uang pendaftarannya murah, hanya untuk membeli starter kit saja.

Harga produk juga wajar. Mungkin lebih mahal dibanding produk dipasaran, tetapi masih dalam batas wajar. Yang sering kali, terasa mahal, padahal memiliki kualitas yang berbeda. Jika dilihat dari kualitas, produk MLM yang benar itu sebenarnya sesuai dengan harganya. Saya tidak mengatakan murah, tetapi sesuai.

Sistem

Bagaimana dengan sistem? Jika sudah mengikuti ketentuan syariah, saya yakin sistemnya sudah adil. Artinya Anda akan mendapatkan penghasilan sesuai dengan kerja Anda. Jika Anda bukan Muslim, lihat saja apakah sudah anggota APLI atau bukan.

Tutup Poin – Tidak Tutup Poin

Banyak orang yang menawarkan bisnisnya dengan iming-iming tanpa tutup poin. Saya sendiri justru lebih suka yang ada tutup poinnya. Karena dengan tutup poinlah setiap orang dituntut untuk menggerakan bisnis. Dengan tutup pinlah omset akan terjaga. Tutup poin adalah motivasi.

Banyak yang tidak suka tutup poin karena merasa menjadi beban. Saya sendiri melihat dari sudut pandang seorang leader yang sudah punya jaringan. Dengan tutup poin, omset jaringan akan terjaga, tetap hidup.

Tapi jadi beban?

Ada beberapa penyebab kenapa tutup poin menjadi beban:

  • Karena produknya tidak sesuai dengan kebutuhan. Karena tidak butuh, tetapi harus beli, maka akan menjadi beban. Maka saya tidak ikut MLM yang produknya bukan kebutuhan dan tidak repeat order.
  • Harga yang terlalu mahal.
  • Tidak ada peluang untuk menjual produk ke konsumen.

Saya sendiri selalu membeli produk dan tutup poin (dengan sitilah berbeda). Sebagian saya gunakan sendiri karena produknya untuk kebutuhan sehari-hari seperti kopi, keperluan kamar mandi, dan suplemen untuk kesehatan saya. Dan saya juga menjual produk ke konsumen.

Jika Anda menjalankan bisnis dengan strategi yang benar dan memilih bisnis yang benar, tutup poin bukan masalah. Jika produk Anda sesuai dengan kebutuhan maka Anda dengan senang hati menggunakannya. Jika produk Anda bagus dan berkualitas serta banyak pilihan, maka menjualnya pun mudah. Kebetulan bisnis saya sesuai dengan kriteria ini.

Jangan takut dengan tutup poin, justru menjadikan bonus Anda stabil dan terus meningkat.

Penutup

Saya yakin tidak semua orang sependapat dengan saya dan itu hak masing-masing. Saya hanya menyampaikan bagaimana cara memilih MLM yang baik sesuai dengan keyakinan saya. Semoga Anda bisa memilih yang baik, benar, halal, dan memberikan penghasilan yang besar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *