Bisnis MLM, Mana yang Lebih Mudah Offline atau Online?

Bagi saya, yang lebih mudah adalah online. Tapi, bagi sebagian orang, offline jauh lebih mudah. Artinya akan tergantung orangnya, lebih suka online atau offline. Online dan offline, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tidak ada yang sempurna.

Apa pun pilihan Anda, manfaatkan kelebihannya dan terima kekurangannya. Jangan berharap ada yang sempurna. Untuk meningkatkan peluangnya ada yang menasihati saya untuk menggabungkan cara offline maupun online.

Bisnis MLM, Mana yang Lebih Mudah Offline atau Online?

Cara Offline Konversinya Lebih Besar

Jika ada 10 orang yang melihat atau mendengarkan penjelasan Anda, maka minimal 1 orang akan bergabung. Faktanya saya pernah presentasi dimana SEMUA yang hadir gabung. Jika kita presentasi dengan baik, maka tingkat konversinya akan sangat bagus.

Berbeda dengan online yang menggunakan presentasi secara online seperti website dan video online. Yanga akan mendaftar itu sangat sedikit. Bisa 1 banding 100 sudah bagus bahkan bisa saja 1 banding 1000 atau lebih tergantung dari mana Anda mendatangkan pengunjung.

Masih mau online? He he. Tenang, online pun ada keunggulannya yang akan saya bahas dibawah. Sekarang kita bahas offline dulu.

Tantangan sekaligus kelebihan menjalankan bisnis online adalah tatap muka. Sebenarnya tatap muka memiliki kekuatan luar biasa, menjadikan prospek lebih percaya dan lebih akrab sehingga potensi closingnya lebih besar dibandingkan online.

Tantangannya, sebagian orang takut atau tidak percaya diri jika harus menawarkan sesuatu secara tatap muka. Jadi kuncinya adalah jika Anda mampu mengatasi ketakutan ini, kemudian mau menjalankan bisnis network marketing Anda secara tatap muka, potensi suksesnya sangat besar. Kebanyakan orang, masalahnya disini sehingga memilih cara online.

Cara Online Tidak Perlu Mengajak Secara Tatap Muka

Keunggulan cara online adalah Anda tidak perlu tatap muka saat prospekting, presentasi, dan mengajak. Cukup dilakukan secara online di rumah Anda. Ini memberikan peluang bagi Anda yang pemalu atau kurang percaya diri, meski yang percaya diri juga boleh (seperti saya, he he).

Tantangannya adalah konversinya lebih rendah. Tentu saja karena orang tidak melihat Anda, tidak bertemu dengan Anda, sehingga tingkat kepercayaan dan keakrabannya lebih kecil dibandingkan tatap muka langsung di darat. Dibutuhkan lebih banyak orang untuk mendapatkan 1 closing.

Keunggulan lainnya adalah, untuk mendatangkan banyak orang melihat presentasi Anda jauh lebih mudah dan bisa terus berkembang. Untuk awal memang sulit mendatangkan puluhan orang per hari, tetapi seiring berjalankannya waktu, Anda bisa dengan mudah dan rutin mendatangkan ribuan kunjungan per hari yang melihat presentasi online Anda.

Teknologi juga memudahkan Anda menjangkau orang jarak jauh. Saya sendiri punya mitra yang tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua. Sebagaian besar orang belum pernah bertemu secara tatap muka langsung dengan saya. Saya membinanya melalui group WA, Facebook, dan juga saya menyiapkan berbagai materi training online yang bisa diakses selama ada internet kapan saja.

Teknologi juga memudahkan kita untuk melakukan presentasi secara online selama 24 jam per hari dan 7 hari per minggu. Anda tidak perlu capek mengulang presentasi yang sama. Biarkanlah teknologi (website atau video online) yang mengerjakannya. Siapa yang tertarik akan mendaftar.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu membuat website sendiri. Anda bisa memanfaatkan website atau tool yang disediakan oleh support team Anda. Saya sendiri sudah membuat website untuk mensupport tim saya. Mitra-mitra (downline) saya bisa memanfaatkan website presentasi saya tanpa harus membuat web site dengan konsep web replika.

Kombinasi Offline dan Online

Lalu bagaimana cara kombinasi offline dan online, bisakah?

Tentu saja sangat bisa. Ini nasihat salah satu mentor saya. Salah satu downline saya menerapkan kombinasi online dan offline dan sekarang omset dia menjadi yang terbesar di jaringan saya. Kekuatan online dan kekuatan offline dipadukan sehingga saling mengurangi kelemahannya.

Tentu saja kombinasi bukanlah sebuah keharusan. Jika Anda mau memilih online atau offline saja, itu juga tidak masalah. Manfaatkan keunggulannya dan terima kekurangannya. Yang salah adalah ada orang yang menggunakan cara online tetapi berharap konversi seperti offline.

Jika konversi secara online rendah, maka terimalah. Fokus belajar bagaimana mendatangkan pengunjung sebanyak mungkin, membangun daftar nama sebesar mungkin. Kemudian belajar cara meningkatkan konversi sebaik mungkin sehingga tingkat konversinya semakin besar.

Jika Anda mau menjalankan secara offline, maka belajarlah untuk mengatasi ketakutan dan rendah diri. Belajar untuk menghadapi menolakan secara positif. Tingkatkan keberanian Anda mendekati orang. Jika ini bisa Anda atasi, maka Anda sudah bisa menjalankan bisnis MLM dan berpotensi sukses.

Kebanyakan orang gagal karena mereka menyerah dengan ketidak mampuan, baik online maupun offline. Secara online membutuhkan kemampuan online secara offline membutuhkan kemampuan mental yang lebih kuat. Semuanya bisa Anda pelajari.

Kuncinya adalah, MAU atau tidak? Itu saja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *