Benarkah Upline Enak Sementara Downline Yang Kerja Keras?

Tidak Ada Yang Dirugikan Baik Upline Maupun Downline

Diawali Dengan Kesepakatan

Masih ada yang beranggapan, dalam bisnis MLM, upline itu enak menikmati hasil kerja keras downline. Saya mengajak Anda untuk berpikir jernih agar bisa melihat logikanya dengan jelas. Jangan terkuasai oleh prasangka atau opini yang selama ini berbedar dan belum tentu kebenarannya.

Adalah nyata, seorang upline akan mendapatkan keuntungan dari hasil kerja downline. Namun itu adil, tidak ada yang dirugikan dan diberatkan atau didzalimi. Semua terjadi atas kesepakatan siapa pun yang akan bergabung dalam bisnis MLM.

Saat Anda bergabung dengan sebuah bisnis MLM, Anda sudah faham bagaimana marketing plannya. Artinya sudah mengetahui bahwa memang seorang upline akan mendapatkan keuntungan dari downline. Dan saat Anda bergabung, mendaftar, dan membayar biaya pendaftaran, artinya Anda sudah sepakat.

MLM Yang Benar, Pembagian Bonus Sudah Dirancang Seadil Mungkin

Saat seorang pebisnis MLM bergabung, dia sudah sepakat dengan pembagian bonus. Jika sudah sepakat, artinya tidak ada masalah. Tidak ada yang dirugikan disini. Jika tidak sepakat, tidak usah bergabung. Kalau bergabung, artinya sudah sepakat dengan skema pembagian bonus yang ditetapkan oleh perusahaan.

Apalagi jika kita sudah mengetahui bahwa pembagian bonus yang ditetapkan perusahaan sudah sesuai dengan peraturan pemerintah, mengikuti kesepakatan APLI, dan lebih penting sesuai dengan ajaran agama atau syariah (sesuai dengan fatwa MUI). Maka tidak masalah, semua sepakat dan adil.

Seorang Upline Akan Dibayar Sesuai Dengan Kinerjanya

Kinerja Mendistribusikan Produk

Yang perlu difahami adalah, MLM hanyalah salah satu bentuk dari sistem distribusi produk. Distribusi produk yang umum seperti dari distributor, agen, grosir, kemudian pengecer. Kita mengetahui bahwa uang sesungguhnya datang dari konsumen. Hanya pengecer yang mendapatkan uang dari konsumen.

MLM pun sama, seorang pebisnis MLM adalah jalur distribusi produk. Maka wajar, jika seorang upline menerima keuntungan dari produk yang disalurkan downlinenya. Sama seperti grosir yang mendapatkan keuntungan dari penjualan para pengecernya.

Keuntungan MLM adalah semua orang memiliki hak yang sama dan mau memilih profesi yang mana. Apakah Anda mau menjadi penyalur distribusi produk dengan membuka banyak jalur dibawah Anda. Atau Anda mau menjadi pengecer langsung ke konsumen.

Sehingga, jika Anda bergabung dengan MLM yang benar, bonus Anda akan ditentukan oleh besarnya omset produk yang Anda salurkan. BUKAN dari biaya pendaftaran. MLM yang benar, akan fokus ke produk.

Kinerja Sebagai Bintang Iklan

Pebisnis MLM itu memiliki peran yang sama dengan bintang iklan. Jika bintang iklan dibayar, maka wajar para pebisnis MLM juga dibayar. Bahkan lebih adil karena dibayar sesuai dengan kinerjanya. Saat seorang pebisnis MLM mengiklankan produk dan bisnisnya, kemudian banyak orang bergabung dibawahnya, maka wajar dia akan dibayar banyak.

Kinerja Sebagai Pemimpin

Dalam dunia kerja, bukan rahasia lagi seorang pemimpin itu gajinya lebih tinggi dibandingkan bawahannya. Seorang direktur pemasaran memiliki gaji yang lebih besar, padahal yang sibuk kerja adalah para staff dan tenaga penjualan. Kenapa tidak protes.

Hasilnya memang tidak terlihat langsung. Tapi seorang pemimpinlah yang memungkin semua orang dibawahnya memberikan hasil. Seorang upline itu, adalah leader atau pemimpin bagi downlinenya.

Bagaimana jika ada upline yang tidak peduli pada downlinenya?

Skema atau marketing plan dari perusahaan yang benar tidak memberikan peluang seorang upline tidak peduli menghasilkan bonus yang tinggi. Skema sudah dirancang sedemikian rupa, ada bonus-bonus yang hanya bisa didapatkan jika seorang upline membina mitranya dengan baik.

Tugas seorang pemimpin adalah membantu yang dipimpinnya agar berkembang dan menghasilkan. Ada bonus-bonus yang dirancang dengan melihat pekembangan downline. Jadi, tidak ada istilah prestasi karena “tersundul” downline.

Jangan Biarkan Opini Salah Menghalangi Anda Meraih Peluang Besar

Dalam hal apa pun, opini-opini tidak jelas selalu berseliweran. Dan opini itu tidak selalu benar. Sering kali orang dengan mudah mengiyakan opini orang lain dan menyebarkannya. Padahal belum tentu benar.

Pendapat saya tidak dijamin benar, tapi sudah saya sajikan dengan logika dan fakta yang bisa Anda pikirkan kembali sehingga keputusan akhir tetap ada pada diri Anda. Anda tidak perlu langsung menerima pendapat saya, begitu juga Anda tidak perlu langsung menerima opini-opini yang beredar.

Orang yang melontarkan pendapat, belum tentu lebih bijak dibanding Anda. Justru Anda akan lebih bijak jika Anda memiliki kemauan untuk kembali berpikir jernih.

Sungguh sayang, jika Anda mengampil kesimpulan hanya karena pendapat atau opini yang Anda dapatkan secara selintas. Padahal, disisi lain ada banyak orang yang sudah menikmati penghasilan yang besar dan halal (bersasarkan fatwa MUI). Sementara Anda masih terjebak dengan pemikiran yang berdasarkan opini tidak jelas.

Jika Anda mau berdiskusi atau ingin mengetahui peluang MLM yang terbaik, silahkan hubungi saya di Facebook melalui pesan pribadi (inbox/messenger).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *