5 Prinsip Yang Sedang Saya Kembangkan Dalam Hidup Saya

Saya memutuskan tidak lagi menjadi orang kecil. Ya, dalam artian peran saya bagi kehidupan. Saya tidak mau lagi menjalani peran kecil dengan nikmat bakat besar yang Allah berikan kepada saya. Kalau berkaitan berat badan, maunya sich lebih kecil dan alhamdulillah sudah mulai ada hasilnya. He he.

Untuk memiliki peran besar tentu tidak akan bisa jika kita hanya terus berkutat pada hal-hal kecil dan tidak penting. Harus ada upgrade diri, mengembangkan kapasitas pribadi, sehingga layak memegang peran besar dalam hidup ini. Salah satu upgrade diri itu dengan rajin membaca.

Saya beruntung menemukan berbagai buku yang luar biasa. Buku-buku yang membuka pikiran saya. Buku-buku yang memberikan ilmu dan wawasan bagaimana cara menjadi orang yang mampu menjalani peran besar dalam hidup ini. Tentu saja setelah Al Quran dan Hadist.

Dari perjalanan membaca buku, saya mengumpulkan berbagai prinsip yang akan saya terapkan. Tentu tidak semua prinsip akan saya ambil. Saya hanya akan mengambilnya selama tidak bertentangan dengan ajaran agama saya. Apalagi jika prinsip tersebut selaras.

Prinsip #1: Melepaskan Diri Dari Hal-hal Tidak Penting

Fokus saya harus pada hal-hal besar. Jangan sampai waktu dan energi habis untuk hal-hal yang tidak penting bahkan yang leih parah, yaitu hal-hal yang merusak. Kebiasaan-kebiasaan dan tindakan yang tidak penting, apalagi merusak, harus dihentikan. Setidaknya semakin berkurang.

Sampai saat ini, masih saja ada hal-hal yang tidak penting merasuki pikiran saya. Saya terus meningkatkan kemampuan dalam pengendalian diri agar pikiran-pikiran tersebut hilang, setidaknya berkurang. Kuncinya pengendalian diri.

Alhamdulillah, jika ada kemauan saya mulai bisa menyingkirkan kebiasaan buruk saya. Meski belum sempurna, tetapi sudah memberikan kemajuan yang patut disyukuri.

Berbagai pemikiran dan tindakan yang tidak penting yang sering kali menggerus waktu dan energi yang berharga bagi banyak orang diantaranya:

  • Handphone. Ya, HP bisa menjadi teman sekaligus musuh Anda. Disaat HP merusak konsentrasi, fokus, dan menghabiskan waktu hanya untuk hal-hal tidak penting seperti melihat notifikasi social media. Melihat notifikasi memang sebentar, namun jika dilakukan berulang kali, itu artinya Anda sedang tidak fokus. Fokus itu menuntut rentang waktu tertentu.
  • Memikirkan pendapat orang lain. Ini juga tidak penting, karena yang penting adalah kita melakukan hal yang baik dan benar. Jika kita mau mendengar pendapat orang lain, maka dengarkan pendapat orang yang lebih berkompeten. Jangan dari asal orang yang belum tentu lebih pintar dan bijak dari Anda.
  • Menonton dan membaca hal-hal tidak penting di internet. Ini sangat menggoda. Kadang membuat kita ketagihan karena ada kesenangan instan disana. Namun kita melupakan, setidaknya mengurangi, perhatian terhadap hal-hal besar. Bukan tidak boleh, tetapi kendalikan waktunya, jangan berlebihan.
  • Bersama orang-orang yang tidak membuat kita lebih baik, bahkan malah mendemotivasi. Pikiran-pikiran negatif mereka mungkin bisa meracuni kita. Dengan dalih dan alasan, mereka mencari dalih dan pembenaran dan menjadikan kita menjadi teman mereka dalam kemalasan. Ya, mereka akan selalu mencari teman demi kenyamanan mereka. Hati-hatilah. Berteman boleh, tetapi jangan terawarnai, jika bisa justru mewarnai.

Sebenarnya banyak yang tidak penting itu. Setidaknya hal-hal diatas yang akan menjadi fokus perhatian saya untuk dikurangi bahkan dihilangkan.

Prinsip #2: Melakukan Perbaikan Diri Bukan Beralasan

Kadang ada hal-hal penting yang seharusnya kita lakukan. Tapi kita belum melakukannya. Ya, biasanya karena ketidak mampuan dan yang lebih penting adalah hambatan mental. Akan sangat menggoda untuk membuat alasan dan pembenaran. Bahkan dengan kata-kata indah. He he.

Namun jika kita terus begitu, maka kita akan semakin pandai membuat alasan. Maka dari itu, saya berusaha untuk memilih melakukan perbaikan agar saya bisa.

Sebagai contoh tentang membangun jaringan. Kadang suka ada rasa enggan, entah karena minder atau apa. Saya bisa saja mencari segudang alasan untuk menghindari itu. Tapi jauh lebih baik saya melakukan perbaikan diri agar lebih nyaman berjumpa orang-orang baru. Jika terus mencari alasan, tidak akan bisa membangun relasi baru,

Bukan berarti karena selama ini ini saya belum (kurang) bisa melakukannya, saya tidak akan bisa selamanya. Jika mau memperbaiki diri, maka saya akan bisa. Termasuk membangun networking bersama orang-orang yang lebih baik.

Prinsip #3: Lakukan Terus Meski Sulit

Hampir dipastikan, jika kita melakukan hal-hal baru, akan terasa sulit. Kebanyakan orang, termasuk saya, memiliki kecendrungan untuk menghindari dan kembali ke kebiasaan lama yang sudah bisa dan terbiasa. Lebih nyaman melakukannya. Kalau begitu, kita terus berada di zona nyaman.

Ingat kuncinya: bahwa awal mula perubahan atau hal baru itu memang sulit, mungkin akan membuat kekacauan, tetapi akan sangat mudah, nyaman, dan indah jika sudah terbiasa.

Sulit pertanda baik. Saat kita sedang melakukan hal-hal sulit, artinya kita sedang berkembang menuju kualitas diri yang lebih baik. Maka, lakukan terus meski sulit, meski menghasilkan kekacauan. Ingat, itu hanya sementara. Karena bersama kesulitan itu adalah kemudahan.

Prinsip #4: Melakukan Apa Yang Tidak Dilakukan Orang Rata-rata

Mengapa? Karena jika kita hanya melakukan apa yang dilakukan oleh orang rata-rata, maka kita akan seperti mereka. Kualitas rata-rata, penghasilan rata-rata, gaya hidup rata-rata, dan sebagainya. Kehidupan rata-rata belum tentu kehidupan yang baik. Atau, kita berhak untuk hidup yang lebih baik dari kehidupan rata-rata orang.

Oleh karena itu, kita harus mau melakukan apa yang tidak dilakukan oleh orang rata-rata. Mungkin hal-hal baru bagi kita. Mungkin hal-hal yang selama ini tidak mau kita lakukan.

Kita akan mendapatkan sesuatu yang belum pernah kita dapatkan, jika kita bersedia melakukan apa yang belum pernah kita lakukan.

Salah satu hal yang tidak mau dilakukan oleh banyak orang adalah Going The Extra Mile, selalu melakukan hal yang melebihi yang diperlukan. Baik dalam bekerja, melayani, dan berbuat sesuatu bagi orang lain. Ini harus menjadi kebiasaan baru jika mau sukses.

Prinsip #5: Jangan Menyerah, Tekunlah

Sering kali hasil tidak langsung kita dapatkan. Butuh waktu dan pengorbanan extra. Godaan untuk menyerah selalu ada. Maka, putuskan untuk tidak pernah menyerah. Teruslah tekun. Teruslah melangkah. Mungkin keberhasilan kita tinggal 3 langkah lagi jika kita berhenti saat ini.

Penutup

Tentu saja bukan hanya prinsip-prinsip diatas yang akan menjadikan kita lebih baik. Masih banyak prinsip-prinsip yang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Saya akan terus belajar dan secara bertahap memperkaya prinsip dalam hidup ini.

Mudah-mudahan, saat pikiran kita sudah dipenuhi dengan prinsip-prinsip yang memberdayakan, maka prinsip-prinsip yang melemahkan akan pergi dengan sendirinya.

Cara menerapkan prinsip itu adalah dengan menerima, dengan meyakini, kemudian mendominasi pikiran kita sehingga tercipta kondisi pikiran tertentu. Kondisi pikiran inilah yang akan mengarahkan tindakan kita, baik sadar  maupun dibawah sadar.

Semoga Anda mendapatkan manfaat dari membaca tulisan ini. Saya hanya berbagi apa yang sedang saya lakukan saja.

1 thought on “5 Prinsip Yang Sedang Saya Kembangkan Dalam Hidup Saya”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: