3 Penyebab Kegagalan di Bisnis MLM

Saya mengetahui banyak yang gagal di bisnis MLM atau Network Marketing. Tapi ini tidak perlu menyurutkan Anda untuk menjadikannya profesi Anda. Karena kegagalan bukan hanya di MLM, di semua profesi juga ada.

Berapa persen orang sukses di bisnis biasa? Menurut berbagai sumber, 5%. Sementara di MLM berapa banyak? Katanya 2%. Artinya sama saja banyak yang gagal, baik bisnis MLM maupun bisnis biasa.

Lalu kenapa bisnis MLM lebih banyak yang gagal dibandingkan bisnis biasa? Alasannya sederhana, karena yang pebisnis biasa itu lebih serius. Bisnis biasa akan membutuhkan modal untuk memulai. Sementara bisnis MLM biasanya sangat murah, sehingga lebih banyak orang yang iseng.

Karena yang iseng gabung MLM lebih banyak, maka wajar jika yang gagal lebih banyak.

Penyebab Kegagalan di Bisnis MLM Yang Pertama

Yang pertema penyebab kegagalan di bisnis MLM adalah kemauan yang kurang. Kurang mau berusaha, kurang mau belajar, kurang mau tekun, kurang mau menghadapi penolakan, dan sebagainya.

Mengapa ini terjadi? Ini masalah mentalitas. Banyak yang berpikir, setelah bergabung MLM, sedikit kerja kemudian akan sukses. Justru ini menjadi alasan (yang salah) banyak orang bergabung dengan MLM. Karena mereka malas, kemudian mencoba peruntungan di MLM.

Mereka berpikir, hanya merekrut beberapa orang, kemudian akan sukses dan meraih bonus yang besar. Saat mengetahui bahwa sebenarnya membutuhkan kerja keras, kemudian mereka tidak mau. Kenapa? Karena dasarnya malas.

Memang akan banyak kemudahan saat Anda bergabung dengan MLM. Namun keberhasilan tetap akan sesuai dengan apa yang Anda lakukan. Saya selalu memiliki prinsip keadilan, kita akan mendapatkan sesuai dengan apa yang kita berikan.

Anda akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan kemauan Anda membayar harganya. Banyak orang yang gagal, karena tidak mau membayar harganya. Akan selalu ada harga kesuksesan yang harus Anda bayar jika Anda mau sukses.

Penyebab Kedua Adalah Pengetahuan Yang Kurang

Ini sebenarnya masih berkaitan dengan penyebab pertama, kemauan. Pengetahuan sebenarnya akan didapatkan jika Anda mau belajar. Karena tidak mau belajar, maka pengetahuan bagaimana menjalankan bisnis jadi kurang.

Banyak pebisnis MLM, setelah bergabung tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Dia bingung. Kemudian mencoba menawarkan beberapa orang, tidak ada yang mau, kemudian berhenti. Kemudian dia mengatakan bisnis MLM itu sulit.

Padahal biasanya di perusahaan menyediakan berbagai pelatihan. Anda sendiri memiliki mentor yang harusnya siap membantu Anda. Tidak ada alasan tidak mengetahui. Jika Anda sadar, Anda tidak mengetahui cara menjalankan bisnis, maka belajarlah, bertanya, ikut pelatihan, baca buku, minta bimbingan mentor.

Mungkin Anda pernah mendengar, ada yang mengeluh karena mentornya tidak peduli. Mungkin saja ada upline atau mentor yang seperti itu. Tapi sebenarnya bukan itu alasan Anda gagal. Saya juga sama, upline saya tidak aktif.

Tapi, karena saya serius mau mengetahui cara menjalankan, maka saya belajar. Saya ikuti berbagai pelatihan, saya baca buku, dan saya cari mentor saya ke atas meski bukan upline langsung.

Saya yang menentukan sukses saya, terlepas upline saya peduli atau tidak, aktif atau tidak, bahkan bisa jadi sudah berhenti saat ini.

Sekarang, saya sudah menyiapkan berbagai training dalam bentuk panduan tertulis dan video. Saya sudah menyediakan sumber pengetahuan yang cukup. Tahu apa yang terjadi? Hanya sedikit yang memanfaatkan panduan itu.

Jadi bukan masalah upline atau mentor yang tidak peduli, tetapi kembali kepada diri sendiri, apakah mau belajar atau tidak? Meski pengetahuan sudah disediakan, nyatanya jika pribadinya tidak punya kemauan, ya tetap saja.

Jika Anda membiarkan ketidaktahuan Anda, maka Anda tidak akan pernah sukses di bisnis MLM, karena Anda tidak akan mengetahui apa yang perlu dilakukan.

Penyebab Ketiga Adalah Kemampuan

Saya pernah mendengar ada orang yang mengeluh, dia sudah menawarkan di Facebooknya, tetapi tidak laku-laku katanya. Akhirnya dia berhenti. Haduh!

Begini …

Bisa membuat status saja itu tidak cukup. Sama seperti Anda yang sudah bisa mengendarai sepeda motor, apakah bisa mengikuti perlombaan MotoGP? Belum tentu, karena dibutuhkan kemampuan tertentu untuk mengendarai sepeda motor MotoGP yang besar, berat, dan dengan kapasitas yang besar.

Begitu juga dalam menjalankan bisnis MLM, ada kemampuan yang Anda butuhkan agar bisa menjalankan bisnis ini. Jika Anda sudah mencoba tidak menghasilkan, artinya Anda perlu meningkatkan kemampuan. Jangan dulu menyalahkan MLM atau produk yang tidak laku.

Buktinya orang lain bisa? Karena mereka punya kemampuan.

Bagaimana cara memiliki kemampuan? Belajar, berlatih, dan membiasakan diri.

Saat Anda mengundang tidak ada yang datang. Saat Anda presentasi tidak ada yang tertarik. Saat Anda menjual produk tidak ada yang membeli. Itu semuanya tanda bahwa Anda harus meningkatkan kemampuan. Jangan berhenti atau menyerah. Itu biasa.

Lanjutkan saja, sambil Anda belajar, kemudian sedikit demi sedikit diterapkan dalam praktek Anda, maka lama-lama Anda akan mampu. Hasil akan mulai terlihat. Seperti belajar naik sepeda, awalnya sering jatuh, lama-lama lancar, kemudian bisa ngebut, kemudian bisa melalui jalan sulit.

Jika Anda kapok setelah jatuh saat belajar naik sepeda, maka Anda tidak akan pernah bisa naik sepeda. Saat Anda gagal dalam menawarkan peluang bisnis MLM Anda, jangan menyerah. Lanjutkan, semakin lama Anda akan semakin mahir. Percayalah.

Kesimpulan

Anda gagal karena Anda kurang:

  1. Kemauan
  2. Pengetahuan
  3. Kemampuan

Maka, jika mau sukses, maka tingkatkan ketiga hal diatas. Jangan salahkan peluangnya, jangan salahkan produknya. Dengan catatan Anda sudah memilih bisnis MLM yang benar, seperti bisnis saya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *